Selasa, 08 Mei 2012

Wajahmu Mengalihkan Duniaku


Kemarin udah diceritain kan gimana pertemuan pertama kami sama si Nengneng. Gimana setelah lama berhubungan, dari dicuekin, mulai dpt simpati, sampai agak deket...semua lengkap dengan liku2nya...heheh
Sekarang kita lihat cerita dari sudut pandangku sebagai pejuang cinta yang berusaha menaklukkan hati Nengneng yang menjulang bagai gunung Himalaya...

Jadi begini, seminggu setelah liburan lebaran aku pulang ke Solo lagi (klo g salah skitar tgl 9.9.11-12.9.11) dengan dalih perpanjangan KTP. Kebetulan KTP ku juga udah kadaluwarsa. Tapi sebenernya itu cuma 50% alasanku buat balik ke Solo lagi. Yang 50% lagi, sudah bisa diduga, buat ketemu sama si Nengneng lagi dan rencananya sih mau nembak doi...hehehe
Singkat cerita, kami pun jalan bareng, dinner di salah satu rumah makan di sudut Ngarsopuran. Nama rumah makannya Omah Sinten. Tempatnya lumayan romantis, udara terbuka, ada lilin di atas meja, dan terdengar sayup2 iringan gending gamelan. Yang bikin tambah so sweet lagi, malam itu pas bulan purnama dan langitnya pun tak berawan. Seolah alam pun bekerja sama buat mensukseskan rencana agungku. Oiya, di perjalanan ke TKP ada satu kejadianlucu bin aneh, waktu itu Nengneng pake t-shirt n sweeter merah, plus sepatu selop warna merah senada. Pas berhenti di lampu merah, di motor depan ada seorang ibu2 yang ngliatin terus sepatunya Nengneng, sampe udah jalan jauh pun masih tetep ngliatin.ckckck..mungkin si ibu iri kali ya sama sepatunya si nengneng..hehehe

Nyruput pop mie dulu bentar.....

...

Lanjut lagi...
Malam itu aku cuma bisa liatin dia terus. Sebenernya mau ngomong, ngobrol apa gitu, tapi rasanya tiap frase kata itu seolah lenyap tak berbekas. Cuma bisa senyum dan melanjutkan makan. Bodohnya diriku...Sampe akhir mau pulang pun tetep g keluar 4 kata itu; "Mau gak jadi pacarku?". Padahal dengan susah payah udah kearahkan pembicaraan ke sana. Tapi apa daya wajahnya benar-benar mengalihkan duniaku. Dan akhirnya malam itu 4 kata itu tetap tersimpan dalam kalbu. Tapi bukan tanpa hasil malam itu. Paling tidak sudah  mulai makin terasa ikatan diantara kami....^^

Oiya ini ada sedikit ungkapan perasaan atas ketidakberdayaanku untuk berkata sayank di bawah tatapan wajahnya. Dibuat beberapa hari setelah aku balik Tangerang. Kira2 begini isinya:

'Purnama di langit Tangerang…
Sesaat pikirku melayang pada purnama di kota Bengawan, malam itu. Di bawah purnama itulah ku lalui malam indah  bersamamu. Diterangi temaram cahaya lilin, tersungging seyuman di wajahmu. Senyum yang begitu tulus dan indah. Bahkan senjapun akan iri oleh keindahan senyummu itu..
Akan kusampaikan sesuatu malam itu, tapi tak ada sepatah katapun teruap dari bibir ini. Semua kata-kata indah sirna sudah, lenyap tak berbekas. Aku hanya bisa mematung, terpukau oleh dirimu.  Karena sesaat kurasakan, telah ku miliki surga dihadapanku.
Akankah ada kesempatan itu lagi untk ungkapkan sayang?
Aku pasti akan kembali dalam satu purnama, untuk ungkapakan apa yang dulu terpendam.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana: denga kata yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.’ (S. Joko Darmono)'

Untuk tulisan aslinya ada di sini Tidak Melulu Cinta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar