Malam telah kian larut, dan purnama pun kian meninggi.
Tetes hujan yang beradu dengan atap rumah menjadi pengiring malam kita.
Aroma tanah basah dan dinginnya malam menjadi saksi bersatunya dua hati.
Tetes hujan yang beradu dengan atap rumah menjadi pengiring malam kita.
Aroma tanah basah dan dinginnya malam menjadi saksi bersatunya dua hati.
Tidak ada kata-kata indah untuk melukiskan perasaanku ini padamu.
Karena semua itu telah direnggut dariku oleh sesosok bidadari dihadapanku.
Tidak juga dengan alunan lagu cinta dan sekuntum mawar,
Karena tidak ada kata-kata paling indah, lagu paling syahdu, dan bunga paling semerbak bila dibandingkan dengan dirimu.
Kamulah puisi paling menyentuh hati.
Kamulah alunan melodi paling merdu dalam relung jiwa.
kamulah mawar terindah diantara ribuan mawar di dunia.
Karena semua itu telah direnggut dariku oleh sesosok bidadari dihadapanku.
Tidak juga dengan alunan lagu cinta dan sekuntum mawar,
Karena tidak ada kata-kata paling indah, lagu paling syahdu, dan bunga paling semerbak bila dibandingkan dengan dirimu.
Kamulah puisi paling menyentuh hati.
Kamulah alunan melodi paling merdu dalam relung jiwa.
kamulah mawar terindah diantara ribuan mawar di dunia.
Benang-benang Kasih sudah dirajutkan…
Akan menjadi seperti apa, kita yang menentukan..
Akan menjadi seperti apa, kita yang menentukan..
I love you Maria…"
Hujan di Kala Senja, adalah judul tulisan di atas yang pernah aku posting di salah satu situs. Tulisan yang terlahir dari satu momen indah bersama Nengneng. Yaitu waktu kita jadian pada tanggal 29 Desember 2011. Thx God, akhirnya setelah penantian panjang....Sweet victory....^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar